Satu dua satu dua satu dua Pijakan langkah yang tak pernah terhenti Meneriakkan bahwa dia memang takkan pernah mau berhenti Tetap pada rutenya, berjuang berlari Putra bangsa tidak pernah berkelit Pada apa yang dihadapinya, Pun jika semuanya memojokkan tak acuh Pilar bangsa menaungi hatinya selalu Keputusan tetaplah hasil akhir Meski tak selalu beriringan dengan kemauan tanah air suatu bukti kita merobek keputusasaan Yang pasti , Bukan tikus cantik nan elegant yang akan kami impikan Dengar sedikit saja rintihan jerit rakyat tercinta sehitam apapun kelamnya kehidupan bersistem karna kami, rakyat yang disebut tercinta, selalu membutuhkan uluran kemanusiaan yang sukit sekali , kadang tidak pernah terjulurkan
Nasi Kucing