Langsung ke konten utama

(Masih) Dunia Bidan


Ngga tau kenapa terangsang banget pengen bikin catetan kek ginian. terinspirasi dari salah satu gebetan sohib gue, Sebut saja "Bela".
berawal dari hobi stalkinging gebetan yang punya pengalaman banyak terbukti dari akun instagram yang ia miliki. Ini lupain aja.

Kenapa judulnya begini? (Masih) Dunia Bidan!
Pertama-tama (bukan tamanya Ovi),  gue emang kuliah dikebidanan, ngga terpaksa namun mesti dijalanin. Gue kira bidan itu gak rumit, tapi ternyata banyaaak yang ngga gue paham sebelum masuk kesini. jadi Bidan itu gak gampang gaes. Gue bersyukur gue masih dikasih kesempatan untuk mencoba memasuki dunia Kesehatan yang emang gue idam-idamkan dari kecil.
gue emang kemakan omongan sendiri dengan menjudges "gue gak mau jadi bidan!" , gue saranin lo semua hati-hati sama omongan, takut ujungnya kaya gue meski gak nyesel :D

Zumpah, gak niat untuk buang anak bang!
Balik lagi ke topik achmarudin, eh topik catetan gitu, (itu temen SMA gue). Jadi bidan itu gak mudah gaes, butuh pengorbanan yang besar. banyak waktu muda dan remaja kita yang digantikan dengan praktik yang menghabiskan waktu sampai larut malam. ketika teman sebayamu sudah berleha-leha (bukan juleha ya!) dikasur empuk nan nyaman, gue masih aja nangkring di Lab untuk beberapa prasat yang mesti dipraktikan dan dijadikan kompetensi dasar bidan.
Awal-awalsih kaget dengan sistem kek gini, tapi lama-kelamaan gue sadar, mungkin "butuh pengorbanan besar untuk hasil yang besar juga" dan gue yakin itu. Lagian gue ngga sendiri kok (lah emang temen sekampus gue calon bidan semua).

Semester 1 dan 2 masih belum kerasa se-Lelah ini. paling numpuk tugas makalah dan presentasi, paling bantar yang bikin cape latihan roleplay. Nah disemester 3 ini menurut gua puncaknya cape. karena sebelum kita dapet praktik dilahan bpm, kita mesti punya dasar-dasar prasat kebidanna yang bisa kita aplikasikan ketika kita udah dilahan disaatnya nanti. Sering konflik antar teman kelompok juga muncul disini, dari mulai yang egois sampai yang nurut-nurut aja. gue sebagai orang yang bijaksana dan imut,  selalu berusaha melerai apa yang seharusnya ngga terjadi. efek itu timbul bisa jadi karena faktor kelelahan, ngantuk, lapar. apalagi kalo kondisinya udah Ngantuk, Laper, capek eh pas buka Instagram lewat updatean doi sama gebetan baru *nyess*

Gokilnya disemester 3 ini adalah meningkatnya populasi jomblo diasrama berbanding lurus dengan semakin maraknya bully-an terlontar dari bibir gue Bhak! :D
Tiap ada matakuliah yang berbau reproduksi , otak kita sudah terangsang untuk menciptakan banyolan-banyolan sensual sekaligus absurd. entah mengapa itu menjadi kegokilan tersendiri yang kita lakuin.
Gue yakin ANC dan APN akan Indah pada Waktunya. begitupun ASNEO pasti cepat berlalu. NM dan PB tidak perlu tenaga dan pikiran yang keras. lalu Obgin? halahhalah nyantai aja, dokternya juga Asyik dikelas, minim-tugas :D
Gue paling demen sama mata kuliah yang Minim-Tugas.
Mata Kuliah Minim Tugas (n) adalah suatu mata kuliah yang menjadi favorit mahasiswa dan selau ditunggu kehadirannya tanpa syarat dan ketentuan yang sudah disahkan oleh pemangku suku.


So, masih mau jadi Bidan? Why Not!

Hasil gambar untuk quotes untuk bidan
The Only Way...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kepribadian Ganda (?)

Agak serem yah denger judulnya -KEPRIBADIAN GANDA- yang jelas gua bukan waria, atau ladyboys atau tom queen (googling penyimpangan seks orang thailand) Akhir-akhir ini, gue sering dapet protes dari teman-teman gua "Lo anti sosial gini sih ti", padahal gak ada maksud. memang, gua bukan tipe orang yang supel dan lebih banyak mengahbiskan waktu sendiri. Inilah alasan gua jarang banget dapet temen hehe. Sekalipun punya temen, ya pasti akrab banget dan gak mau punya temen lain , atau gua malah sebel kalo temen gua punya temen lain yang lebih bisa bikin nyaman daripada gua. Salah? Iya emang salah, gua harusnya ngga boleh begitu, karena Teman itu imilik bersama. Gua ngerasa malah makin jauh dari sosial orang-orang terhitung semenjak gua menginjak tingkat akhir, semester 6. Iya, gua kuliah di D-III, bukan S-1. When you walk alone, you get what u feelin and you just relax.  Bisa ngobrol sama diri sendiri, lebih banyak menghayal (bukan yang jorok), dan pasti bahagia baca Webt...

Kotu Ala Kita III

Semua berubah sejak kita ketinggalan kereta pulang hiyaaaattt 15.35 kita menuju stasiun Kota. liat jadwal . ada kereta ke walantaka yang datangnya jam 15.55 tapi dari stasiun angke. 20 Menit meen ? gimana caranya nyampe Stasiun Muara  Angke sebelum kereta berangkat. Pusing, Mual, Emosi arh numpuk diubun-ubun Rangga pemimpin perjalanan, cuma dia harapan kami satu-satunya. Sudah banyak asam-garam yang dihabiskan dengan membolang ke kota orang. Rangga, bantu kami! Dengan sigap Ia menghampiri Abang Bajaj yang lagi ngelamun mikirin anak-bininya *oke ini asumsi gue aja*. Ngga enaknya kita ngebuyarin kamunannya. Dialog yang gue inget antara Rangga dan Abang Bajaj yang sayang anak dan istri. "Bang ke angke berapa?" " Ngejar kereta ya?" "Iya bang, berape?" "Kalau untuk yang buru-buru satu orang 10rebu aje cah" "Wih bang mahal gila. jangan gitulah goceng bang yak" "Yaa jgn gitu juga lah. udah deal 7500!" *tujuh rebu maratus?...

Ada Bintang Lain

Layaknya dedaunan yang rapuh berjatuhan ditanah, aku tak bisa lagi melihatnya hijau, aku tak bisa lagi memandangnya yang sedang bertengger diatas dahan dengan ringannya. Seperti rasa yang tak pernah bisa tercerna, seperti sebuah hasrat yang enggan menumpahkan kemarahannya. Aku bagaikan bintang tanpa cahaya, bintang lain mencuri itu dariku. Demi seonggok benda langit lain yang lebih indah, akhirnya sahabat setahun lalu pergi begitu saja meninggalkanku yang berbalut tanpa kegemilangan. Bisa bayangkan sendiri pedihnya memiliki rasa yang tak dianggap, Yaa akulah dia. Dia yang dicampakkan, Dia yang selalu mengorbankan apapun demi oranglain, Dia yang selalu tak bisa memahamimu seperti bintang lain itu. Dia yang takpernah bisa dan takkan pernah bisa mendapatkan apa yang bisa dia dapatkan. Aku hanya memikirkan diriku sendiri, tidak sepertimu yang memikirkan kebahagiaan bintang lain itu. Aku tak cukup mengerti dengan saling berbagi dan memberi kasih, karna kau tidak pernah memper...