Langsung ke konten utama

Kunjungan pertamaku ke Kampus Ali Wardhana


Kali ini gue Cuma mau berbagi pengalaman perjalanan gue yang sebulan ini bisa dibilang ‘padat merayap’. Gue sedang mencoba-coba daftar dan mencari peruntungan ke perguruan tinggi untuk ngelanjutin sekolah gue ini. Ada salah satunya uji nyali masuk kampun STAN.
Waaaaahhhhh, gila bener y ague berani banget ikut USM di Sekkolah Kedinasan yang begengsi ini dan pastinya susah bingits untuk masuknya. Yaa apamaudikata Papa maunya gue masuk situ, semua orangtua juga mungkin pengen anaknya masuk ke kampus kaya gitu. Yaa gue Cuma bisa percaya diri dan SEMANGAT! Disamping sudah berusaha dan berdoa sekuat hati dan sepenuh jiwa *asekk*
Awalnya Papa nih yang ngusulin “Kenapa ngga coba STAN aja?” gue langsung mikir, apa bisa gue yang dari Jurusan IPA masuk STAN yang notabene Pelajarannya IPS, apalagi soalsoal Ujian Saringan Masuknya kebanyakan pelajaran IPS. Wah bisabisa gue jadi murtad nih dan berpindah haluan ke IPS =) Setelah mencari tahu ternyata cara mendaftanya dengan sistem Online deperti SBMPTN, okedeh langsung daftar. Setelah daftar ternyata persyaratannya lumayan banyak, ya jadinya ngurus sana-sini buat itu persyaratan daftar. Setelah semua rampung, gue langsung transfer biaya mengikuti USM nya pada salah satu bang Swasta. Sip! Kelar urusan sistem daftar Online. Belum berakhir ternyata, setelah mendapatkan BPO kita harus verifikasi Berkas-berkas persyaratan ke Lokasi yang udah ditentuin sewaktu daftar diawal. Karena dari rumah gue yang deket Cuma Jakarta , ya jadilah gue ambil PanLok daerah Ibu Kota NKRI ini J Gue ada diurutan 0007630 , hemm ribuan men :v gue dapet tgl 13 Juni gelombang I jam 8 pagi sampe jam 12 siang. Dan sedihnya temen-temen satu sekolah ngga ada yang sama jadwalnya sama gue, yaa gak apa-apa deh sendirian :O eeeehhh begitu konfirmasi ke papa, beliau bersedia mengantarku dan rela cuti J

13 Juni, di Kampus.

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA dibawah naungan KEMENKEU
Gue ngerasa ciut kaya kerupuk ketumpahan aer begitu ngeliat pesertanya buanyaak bangget. Segitu aja baru yang se-Jakarta, gimana se-Indonesia yak ._.tapi gue tetep SEMANGAT! Gue didampingin Papa dan Adik kecil gua Anez. Mereka rela banget nungguin gue hihihi =) Efek Verifikasi ngga ada temen , gue gabisa ngobrol sama siapapun kecuali Papa dan panitianya :D Eh emang ya kalo jodoh ngga kemana *aseeekkkk* ada peserta USM juga yang kayaknya lagi bingung , ini langsung gue anggap ”kesempatan dapet teman baru”, yaa gue ajak ngobrol aja jadi kepo gitu gue bhahaha...*duh kebanyakan ketawa :P Namanya Ria Andriani, katanya sih panggil aja Ria~ dia peserta USM STAN 2 tahun berturut-turut, katanya masih penasaran giaman sih strategi masuk kampus STAN ini. Wah gue berteman sama orang yang ngga menyerah! Dia lebih tua dari gue, begitu gue panggil kaka eh dia gamau, katanya panggil nama aja biar keliatan seangkatan haha :D bisa langsung akrab dan beberapa menit karena keadaannya begitu , dan serunya lagi lokasi USM kita samping-sampingan yeeeessss :D Salam kenal Ria J!
Begitu urusan beres, kita langsung pulang. Ba’da Jumat udah keluar kampus, tengah perjalanan disambut hujan deres, akhirnya mampir dulu deh makan :D berhubung nih perut udah ngga bisa ditoleransi karena udah berisik keruyukan minta ditimbun makanan wkwkwk~

Yaaa perjalanannya lumayan melelahkan, dan tetep SEMANGAT yang udah lolos! Caw tes fisik dan wawancara mah :))
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kepribadian Ganda (?)

Agak serem yah denger judulnya -KEPRIBADIAN GANDA- yang jelas gua bukan waria, atau ladyboys atau tom queen (googling penyimpangan seks orang thailand) Akhir-akhir ini, gue sering dapet protes dari teman-teman gua "Lo anti sosial gini sih ti", padahal gak ada maksud. memang, gua bukan tipe orang yang supel dan lebih banyak mengahbiskan waktu sendiri. Inilah alasan gua jarang banget dapet temen hehe. Sekalipun punya temen, ya pasti akrab banget dan gak mau punya temen lain , atau gua malah sebel kalo temen gua punya temen lain yang lebih bisa bikin nyaman daripada gua. Salah? Iya emang salah, gua harusnya ngga boleh begitu, karena Teman itu imilik bersama. Gua ngerasa malah makin jauh dari sosial orang-orang terhitung semenjak gua menginjak tingkat akhir, semester 6. Iya, gua kuliah di D-III, bukan S-1. When you walk alone, you get what u feelin and you just relax.  Bisa ngobrol sama diri sendiri, lebih banyak menghayal (bukan yang jorok), dan pasti bahagia baca Webt...

Ada Bintang Lain

Layaknya dedaunan yang rapuh berjatuhan ditanah, aku tak bisa lagi melihatnya hijau, aku tak bisa lagi memandangnya yang sedang bertengger diatas dahan dengan ringannya. Seperti rasa yang tak pernah bisa tercerna, seperti sebuah hasrat yang enggan menumpahkan kemarahannya. Aku bagaikan bintang tanpa cahaya, bintang lain mencuri itu dariku. Demi seonggok benda langit lain yang lebih indah, akhirnya sahabat setahun lalu pergi begitu saja meninggalkanku yang berbalut tanpa kegemilangan. Bisa bayangkan sendiri pedihnya memiliki rasa yang tak dianggap, Yaa akulah dia. Dia yang dicampakkan, Dia yang selalu mengorbankan apapun demi oranglain, Dia yang selalu tak bisa memahamimu seperti bintang lain itu. Dia yang takpernah bisa dan takkan pernah bisa mendapatkan apa yang bisa dia dapatkan. Aku hanya memikirkan diriku sendiri, tidak sepertimu yang memikirkan kebahagiaan bintang lain itu. Aku tak cukup mengerti dengan saling berbagi dan memberi kasih, karna kau tidak pernah memper...

Terulang

Aku takpernah lagi mempermasalahkan ini, aku sudah sangat ingin melupakan ini. susah, sulit, berat dan rasanya ingin n angis saja. Untuk kesekian kalinya aku menjerit dalam sendu "KAMU TAK PERNAH MENGERTI, DAN HANYA BERPURA-PURA" huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh.... Lucu, untuk kesekian kalinya kejadian ini terulang dan aaaaaaaaaaaaaa aku takbisa lagi menahan sakitnya perasaan ini *ett lebay dikit* Lagu Yovie and Nuno "Sejuta Cinta" yang sering ku nyanyikan bersama 2 sahabatku -Nungki & Maya- pun serasa hambar ketika kenyataannya tak seindah lirik alunan lagu tersebut. Sebenarnya aku tak menginginkan kesedihan yang sama terulang seperti ini, namun aku tak pernah bisa melepaskan diri dari subjek yang selalu menganggap dirinya benar! Selalu membuat presepsi bahwa diriku yang selalu busuk, selalu salah dan tak pernah benar *edddaaaann, gila bener* *inisalah* Kata Bang Sat -Lu jangan jangan trlalu mikirin dan jangan terlalu ngelepas. Sedikit ...