Langsung ke konten utama

Start from FS

Perpisahan bukan akhir dari segalanya, namun memang selalu menghasilkan kesedihan yang hanya diri sendiri yang bisa mengendalikannya.
Masa SMA, katanya sih masa yang paling ngga bisa dilupain.
Gue juga satu pikiran.

Keluarga pertama di SMA
Semuanya berawal dari pilihan gue yang jatuh ke Sman 1 kabupaten Tangerang yang dulunya bernama Sman 1 Balaraja atau Nebal. Semuanya berawal dari rasa malu dan gengsi yang besar. Gue salah satu dari smp gue yang daftar kesitu , ini yang bikin gua malu.
Malu ngga punya banyak kenalan, tapi gue pede aja.
Gue dapet kelas X-8, gileee ujung meeen. Huh
Sampai akhirnya gue tahu bahwa sohib smp gue ngga sekelas , dia dapet X-3 -_- jauh
Manusia yang pertama gue kenal adalah Rohyanatussolihah sampai kita jadi 'chairmate'. Tapi gue ngga begitu akrab sama dia, entah apa yang memisahkan jarak kita.
Meskipun gue sering main kerumahnya, tapi ngga dapet ikatan batinnya.
Justru gue dapet feelnya sama Imelda , si cewe bawel tapi seru :D
Imelda, Taqiyah, Desti, Yasinta yaaaa cuma segitu aja tadinya, masuk 3 bulan baru akrab sama semuanya :))))
Semuanya berawal dari FS. Fat Stone. Family and Teammet Student Ten Of Number Eight. Ini singkatan rumah hunian kita, X-8!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kepribadian Ganda (?)

Agak serem yah denger judulnya -KEPRIBADIAN GANDA- yang jelas gua bukan waria, atau ladyboys atau tom queen (googling penyimpangan seks orang thailand) Akhir-akhir ini, gue sering dapet protes dari teman-teman gua "Lo anti sosial gini sih ti", padahal gak ada maksud. memang, gua bukan tipe orang yang supel dan lebih banyak mengahbiskan waktu sendiri. Inilah alasan gua jarang banget dapet temen hehe. Sekalipun punya temen, ya pasti akrab banget dan gak mau punya temen lain , atau gua malah sebel kalo temen gua punya temen lain yang lebih bisa bikin nyaman daripada gua. Salah? Iya emang salah, gua harusnya ngga boleh begitu, karena Teman itu imilik bersama. Gua ngerasa malah makin jauh dari sosial orang-orang terhitung semenjak gua menginjak tingkat akhir, semester 6. Iya, gua kuliah di D-III, bukan S-1. When you walk alone, you get what u feelin and you just relax.  Bisa ngobrol sama diri sendiri, lebih banyak menghayal (bukan yang jorok), dan pasti bahagia baca Webt...

Kotu Ala Kita III

Semua berubah sejak kita ketinggalan kereta pulang hiyaaaattt 15.35 kita menuju stasiun Kota. liat jadwal . ada kereta ke walantaka yang datangnya jam 15.55 tapi dari stasiun angke. 20 Menit meen ? gimana caranya nyampe Stasiun Muara  Angke sebelum kereta berangkat. Pusing, Mual, Emosi arh numpuk diubun-ubun Rangga pemimpin perjalanan, cuma dia harapan kami satu-satunya. Sudah banyak asam-garam yang dihabiskan dengan membolang ke kota orang. Rangga, bantu kami! Dengan sigap Ia menghampiri Abang Bajaj yang lagi ngelamun mikirin anak-bininya *oke ini asumsi gue aja*. Ngga enaknya kita ngebuyarin kamunannya. Dialog yang gue inget antara Rangga dan Abang Bajaj yang sayang anak dan istri. "Bang ke angke berapa?" " Ngejar kereta ya?" "Iya bang, berape?" "Kalau untuk yang buru-buru satu orang 10rebu aje cah" "Wih bang mahal gila. jangan gitulah goceng bang yak" "Yaa jgn gitu juga lah. udah deal 7500!" *tujuh rebu maratus?...

Ada Bintang Lain

Layaknya dedaunan yang rapuh berjatuhan ditanah, aku tak bisa lagi melihatnya hijau, aku tak bisa lagi memandangnya yang sedang bertengger diatas dahan dengan ringannya. Seperti rasa yang tak pernah bisa tercerna, seperti sebuah hasrat yang enggan menumpahkan kemarahannya. Aku bagaikan bintang tanpa cahaya, bintang lain mencuri itu dariku. Demi seonggok benda langit lain yang lebih indah, akhirnya sahabat setahun lalu pergi begitu saja meninggalkanku yang berbalut tanpa kegemilangan. Bisa bayangkan sendiri pedihnya memiliki rasa yang tak dianggap, Yaa akulah dia. Dia yang dicampakkan, Dia yang selalu mengorbankan apapun demi oranglain, Dia yang selalu tak bisa memahamimu seperti bintang lain itu. Dia yang takpernah bisa dan takkan pernah bisa mendapatkan apa yang bisa dia dapatkan. Aku hanya memikirkan diriku sendiri, tidak sepertimu yang memikirkan kebahagiaan bintang lain itu. Aku tak cukup mengerti dengan saling berbagi dan memberi kasih, karna kau tidak pernah memper...