Langsung ke konten utama

6 Cara Menjadikanmu Sebagai Jomblo Berkualitas


nih teruntuk kalian teman-teman yang masih ngaku jomblo ngenes :)

Merasa sedih dan galau ketika melihat teman-teman berpacaran? Bagi kamu yang jomblo, sebaiknya hilangkan perasaan seperti itu. Menjadi jomblo bukan berarti terus-menerus bersedih dan galau. Kamu harus menjadi jomblo yang selalu bahagia dan berkualitas.

Jomblo Berkualitas

Perlu kamu ingat bahwa di luar sana mungkin masih banyak juga orang yang jomblo dan mereka bisa memanfaatkan masa-masa jomblo itu untuk melakukan banyak hal yang diinginkan sebelum nantinya dibatasi oleh pasangan.

Cobalah manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk melakukan hal-hal yang membuat hati kamu senang, seperti menghabiskan waktu bersama para sahabat untuk bermalam mingguan, melakukan hobi, dan hal-hal lainnya.

Pada saat jomblo, kamu harus menjadi seseorang yang tetap berkualitas dan bahagia agar bisa mendapatkan pasangan yang diinginkan. Lalu, bagaimana cara menjadi jomblo yang berkualitas?

Berikut 6 cara yang dapat menjadikanmu sebagai seorang jomblo yang berkualitas:

1. Mencintai diri sendiri

Bermalas-malasan di rumah, seperti jarang mandi, malas merawat diri, dan tidak peduli akan penampilan sebaiknya jangan kamu lakukan. Jika tak mempedulikan penampilan dan mencintai diri sendiri, bagaimana ada orang lain yang menghampiri kamu. Walaupun jomblo, kamu harus tetap merawat dan mencintai diri sendiri, seperti pergi ke salon, ke tempat spa untuk dipijat, pergi nge-gym, dan lain sebagainya. Dengan begitu akan membuat perasaan kamu menjadi lebih baik dan menjadi jomblo yang berkualiatas.

2. Percaya diri

Dikarenakan kamu jomblo, mungkin teman dekat atau keluarga sering mengejek dan menyuruh untuk segera mencari pasangan. Namun, hal tersebut jangan dijadikan kesedihan. Kamu harus tetap tampil percaya diri dengan menunjukkan sikap positif yang dimiliki. Meningkatkan percaya diri akan membuat kamu semakin terlihat menarik.

3. Hilangkan rasa iri

Mungkin kamu pernah merasa iri ketika melihat orang lain yang sedang berkencan dengan pasangannya. Tingkah mereka yang romantis-romantisan terkadang membuat kamu merasa kesal. Namun, sebaiknya kamu tidak iri melihatnya. Tetaplah berpikir positif dan nikmati status jomblo dengan perasaan bahagia.

4. Memperluas pertemanan

Saat jomblo, tentunya kamu memiliki kebebasan yang tak dimiliki oleh orang yang sudah berpasangan. Kamu bebas melakukan apa saja, pergi ke mana saja tanpa ada yang melarang. Untuk itu, manfaatkanlah kesempatan itu dan berkenalanlah dengan banyak orang. Mungkin saja, kamu akan menemukan seseorang yang benar-benar cocok untuk dijadikan pasangan hidup.

5. Fokus pada karier dan impian

Memanfaatkan masa jomblo untuk mengejar cita-cita dan impian merupakan salah satu cara tepat yang bisa kamu lakukan. Kamu bisa fokus pada karier dan impian atau menekuni hobi yang dimiliki. Hal tersebut tentunya akan membuat kamu merasa bahagia dan menjadi jomblo yang berkualitas.

6. Tetap bersyukur

Walaupun jomblo, namun kamu harus tetap bersyukur karena masih disayangi oleh banyak orang, seperti para sahabat dan keluarga. Rasa syukur itu bisa membuat kamu jadi selalu berpikiran positif dan tetap merasa bahagia menjalani kehidupan sehari-hari.

Itulah cara menjadi jomblo yang berkualitas. Pada intinya,  walaupun jomblo, namun kamu harus tetap rajin merawat diri dan selalu berpikiran positif. Tonjolkanlah hal-hal positif yang kamu miliki agar orang lain tertarik pada kamu. Semoga Bermanfaat!

Semangat menjadi jomblo berkualitas :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kepribadian Ganda (?)

Agak serem yah denger judulnya -KEPRIBADIAN GANDA- yang jelas gua bukan waria, atau ladyboys atau tom queen (googling penyimpangan seks orang thailand) Akhir-akhir ini, gue sering dapet protes dari teman-teman gua "Lo anti sosial gini sih ti", padahal gak ada maksud. memang, gua bukan tipe orang yang supel dan lebih banyak mengahbiskan waktu sendiri. Inilah alasan gua jarang banget dapet temen hehe. Sekalipun punya temen, ya pasti akrab banget dan gak mau punya temen lain , atau gua malah sebel kalo temen gua punya temen lain yang lebih bisa bikin nyaman daripada gua. Salah? Iya emang salah, gua harusnya ngga boleh begitu, karena Teman itu imilik bersama. Gua ngerasa malah makin jauh dari sosial orang-orang terhitung semenjak gua menginjak tingkat akhir, semester 6. Iya, gua kuliah di D-III, bukan S-1. When you walk alone, you get what u feelin and you just relax.  Bisa ngobrol sama diri sendiri, lebih banyak menghayal (bukan yang jorok), dan pasti bahagia baca Webt...

Kotu Ala Kita III

Semua berubah sejak kita ketinggalan kereta pulang hiyaaaattt 15.35 kita menuju stasiun Kota. liat jadwal . ada kereta ke walantaka yang datangnya jam 15.55 tapi dari stasiun angke. 20 Menit meen ? gimana caranya nyampe Stasiun Muara  Angke sebelum kereta berangkat. Pusing, Mual, Emosi arh numpuk diubun-ubun Rangga pemimpin perjalanan, cuma dia harapan kami satu-satunya. Sudah banyak asam-garam yang dihabiskan dengan membolang ke kota orang. Rangga, bantu kami! Dengan sigap Ia menghampiri Abang Bajaj yang lagi ngelamun mikirin anak-bininya *oke ini asumsi gue aja*. Ngga enaknya kita ngebuyarin kamunannya. Dialog yang gue inget antara Rangga dan Abang Bajaj yang sayang anak dan istri. "Bang ke angke berapa?" " Ngejar kereta ya?" "Iya bang, berape?" "Kalau untuk yang buru-buru satu orang 10rebu aje cah" "Wih bang mahal gila. jangan gitulah goceng bang yak" "Yaa jgn gitu juga lah. udah deal 7500!" *tujuh rebu maratus?...

Ada Bintang Lain

Layaknya dedaunan yang rapuh berjatuhan ditanah, aku tak bisa lagi melihatnya hijau, aku tak bisa lagi memandangnya yang sedang bertengger diatas dahan dengan ringannya. Seperti rasa yang tak pernah bisa tercerna, seperti sebuah hasrat yang enggan menumpahkan kemarahannya. Aku bagaikan bintang tanpa cahaya, bintang lain mencuri itu dariku. Demi seonggok benda langit lain yang lebih indah, akhirnya sahabat setahun lalu pergi begitu saja meninggalkanku yang berbalut tanpa kegemilangan. Bisa bayangkan sendiri pedihnya memiliki rasa yang tak dianggap, Yaa akulah dia. Dia yang dicampakkan, Dia yang selalu mengorbankan apapun demi oranglain, Dia yang selalu tak bisa memahamimu seperti bintang lain itu. Dia yang takpernah bisa dan takkan pernah bisa mendapatkan apa yang bisa dia dapatkan. Aku hanya memikirkan diriku sendiri, tidak sepertimu yang memikirkan kebahagiaan bintang lain itu. Aku tak cukup mengerti dengan saling berbagi dan memberi kasih, karna kau tidak pernah memper...