Langsung ke konten utama

Fase Jomblo


APA? PUTUS!
 
Segala sesuatu yang pake embel-embel putus itu gak enak.
Putus sekolah, putus tali kolor, putua rante sepeda,  sampe putus cinta, semua gak enak. Kalo lagi putus cinta, semua orang pasti punya "coping mechanism" sendiri-sendiri.
Ada yang pengen menyendiri aja. Ada yang pengen sama temen-temen aja. Ada yang bocor, curhat kemana-mana, gak peduli yang dengerin udah muak. Ada yang sedih-sedihan sendiri gitu. Ada yang pengen seneng-seneng.

semua jomblo yang abis putus itu melewati fase yang sama.
Hasil gambar untuk Galau baru putus


1) GALAU Baru Putus
Sering banget Lo semua yang pada fase ini dalam keadaan terpuruk. Apalagi yang beneran CINTA iya benerean SAYANG banget pasti LO gabisa lepas dari bayangannya. yang biasanya telponan tiap malem, ngabisin pulsa sms dan kuota demi kirim-terima BBM dan SMS. biasa main berdua jalan-jalan, Tapi sekarang? cuma bisa main GETRICH di hp.

Hasil gambar untuk orang baru putus
Yang Galau, jangan tiru!
Gejala pada fase ini adalah, bocor curhat -cari temen curhat yang banyak untuk numpahin emosi lo pada mantan yang ngebuang lo gitu aja-, sedih dan ngelamun terus, dan pada gejala yang parah adalah mewek ber-drum-drum!

Jangan takut pada fase ini, Ini untuk membiasakan Lo sendiri, mungkin ini lebih baik.





2) Pengalihan
Pada fase ini biasanya Lo udah berniat untuk MOVE ON. hati udah pengen tapi diri lo belum siap. Biasanya lo memproklamirkan kalo "Gue Udah Move On, Koq!". bayangin tiap ketemu temen , lo bilang kaya gitu, gimana ada yang mau percaya. Seakan lo percaya bahwa temen-temen lo masih nganggep lo belum bisa Move On!
Hasil gambar untuk GAMBAR ORANG MOVE ON
Move on time!
Gejala pada fase ini biasanya lo jadi murahan atau easy going lah. Diajak kemana-mana mau asal bikin hepi. Sok sibuk dengan hal yang kebanyakan gak berguna. lo bakal nunjukkin label ke semua orang kalo lo udah bangkit.








3) Mulai Kesepian
Hasil gambar untuk GAMBAR ORANG MOVE ON
Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. pada fase ini lo mulai nyadar bahwa lo hanya mengangkal bahwa lo kesepian dan hanya ingin dicintai kembali
Gejalanya sering ditemukan para jomblo nangkring ditempat orang pacaran untuk berharap ada pacar orang yang lepas dari cantelan.
Pada fase ini lo mencari pengganti mantan lo, tapi lo gak bisa.

4) Ini Pilihan Gue
Biasanya fase ini muncul ketika lo udah dapet gebetan tapi lepas lagi. lagian Lo masih sering galau + nyeritain mantan ke gebetan lo itu, mana mau dia!
Abis itu lo paling banter bilang "ini pilihan gue" untuk menutupi keadaan lo yang sebatang kara. Inilah saat monumental dimana kamu memisahkan diri untuk menentukan apakah kamu seorang jomblo atau single?!

5) Intropeksi Diri
Kamu pun sudah mulai bersahabat dengan status kamu yang Jomblow. Fase ini lo mulai mikir, apa lo sejelek inikah sampe belum dapet pacar lagi? kekurangan gue apa? apa jangan-jangan gue belum bisa move on? Mulailah lo mengkritik diri lo abis-abisan. dan lo mulai melakukan perubahan. Toh berubah untuk ke arah yang lebih baik (dapet pacar)

6) Galau Kelamaan
Lo udah nyoba banyak cara untuk membuat diri lo bsia dapet pacar. Pacar? anak orang aja belkum ke gebet. Lo mulai lelah dengan semua ini. dari arah cahaya, lo kembali ke zona gelap berselubung kegalauan lo yang makin meningkat tingkat keasamannya!

7) Putus Harapan
Makin hari hati lo makin sakit merasakan ke-jombloan yang tiada henti merenggut dunia lo yang cerah. Tahun menahun lo tetep seonggok Jomblo tiada arti. dan lo mulai menerima semua ini dengan lapang dada.
Mungkin Jomblo emang lebih baik. Dan Lo mulai sensi ketika temen lo dapet pacar maupun gebetan brondong.

Mungkin cara terbaik pada fase ini adalah Lo masuk panti Rehabilitasi Jomblo!

Dan yakinlah, JOMBLo akan TAKEN pada waktunya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kepribadian Ganda (?)

Agak serem yah denger judulnya -KEPRIBADIAN GANDA- yang jelas gua bukan waria, atau ladyboys atau tom queen (googling penyimpangan seks orang thailand) Akhir-akhir ini, gue sering dapet protes dari teman-teman gua "Lo anti sosial gini sih ti", padahal gak ada maksud. memang, gua bukan tipe orang yang supel dan lebih banyak mengahbiskan waktu sendiri. Inilah alasan gua jarang banget dapet temen hehe. Sekalipun punya temen, ya pasti akrab banget dan gak mau punya temen lain , atau gua malah sebel kalo temen gua punya temen lain yang lebih bisa bikin nyaman daripada gua. Salah? Iya emang salah, gua harusnya ngga boleh begitu, karena Teman itu imilik bersama. Gua ngerasa malah makin jauh dari sosial orang-orang terhitung semenjak gua menginjak tingkat akhir, semester 6. Iya, gua kuliah di D-III, bukan S-1. When you walk alone, you get what u feelin and you just relax.  Bisa ngobrol sama diri sendiri, lebih banyak menghayal (bukan yang jorok), dan pasti bahagia baca Webt...

Kotu Ala Kita III

Semua berubah sejak kita ketinggalan kereta pulang hiyaaaattt 15.35 kita menuju stasiun Kota. liat jadwal . ada kereta ke walantaka yang datangnya jam 15.55 tapi dari stasiun angke. 20 Menit meen ? gimana caranya nyampe Stasiun Muara  Angke sebelum kereta berangkat. Pusing, Mual, Emosi arh numpuk diubun-ubun Rangga pemimpin perjalanan, cuma dia harapan kami satu-satunya. Sudah banyak asam-garam yang dihabiskan dengan membolang ke kota orang. Rangga, bantu kami! Dengan sigap Ia menghampiri Abang Bajaj yang lagi ngelamun mikirin anak-bininya *oke ini asumsi gue aja*. Ngga enaknya kita ngebuyarin kamunannya. Dialog yang gue inget antara Rangga dan Abang Bajaj yang sayang anak dan istri. "Bang ke angke berapa?" " Ngejar kereta ya?" "Iya bang, berape?" "Kalau untuk yang buru-buru satu orang 10rebu aje cah" "Wih bang mahal gila. jangan gitulah goceng bang yak" "Yaa jgn gitu juga lah. udah deal 7500!" *tujuh rebu maratus?...

Ada Bintang Lain

Layaknya dedaunan yang rapuh berjatuhan ditanah, aku tak bisa lagi melihatnya hijau, aku tak bisa lagi memandangnya yang sedang bertengger diatas dahan dengan ringannya. Seperti rasa yang tak pernah bisa tercerna, seperti sebuah hasrat yang enggan menumpahkan kemarahannya. Aku bagaikan bintang tanpa cahaya, bintang lain mencuri itu dariku. Demi seonggok benda langit lain yang lebih indah, akhirnya sahabat setahun lalu pergi begitu saja meninggalkanku yang berbalut tanpa kegemilangan. Bisa bayangkan sendiri pedihnya memiliki rasa yang tak dianggap, Yaa akulah dia. Dia yang dicampakkan, Dia yang selalu mengorbankan apapun demi oranglain, Dia yang selalu tak bisa memahamimu seperti bintang lain itu. Dia yang takpernah bisa dan takkan pernah bisa mendapatkan apa yang bisa dia dapatkan. Aku hanya memikirkan diriku sendiri, tidak sepertimu yang memikirkan kebahagiaan bintang lain itu. Aku tak cukup mengerti dengan saling berbagi dan memberi kasih, karna kau tidak pernah memper...