Langsung ke konten utama

Indah Karena Kita B.E.D.A

Kependudukan lagi lagi dan lagi adalah masalah yang sangat rumit untuk Negara Indonesia.
Kerusuhan antar suku-agama-ras-budaya kadang selalu saja menjadi beban berat bagi pemerintah.
Didukung oleh program saja tak cukup, iming-iming sejahtera juga tak cukup.
Bangsa Indonesia sebenarnya milik siapa?
Kita semua tak pernah memandang agama,budaya,ras apalagi hanya memandang Nama?!
No To Bullying! Be A Friends :)
Bangsa Indonesia harusnya lebih bersyukur, kita dilahirkan di negeri kaya akan budaya, kaya akan bangsa yang beraneka ragam, kaya akan sumber daya alam, kaya akan manusia yang mempunyai beragam agama... dan kita harusnya bisa bersatu karena itu....


Kawan, kita bersatu karena kita berbeda.
Kawan, kita hidup berdampingan karena perbedaan.
kawan, kita saling membutuhkan karena perbedaan.
Kawan, kita saling membantu karena perbedaan.
Kawan, kita saling membenci karena perbedaan.
KAWAN! Kita saling mencintai juga karena perbedaan.

Beda agama bukan penghalang menjadi saudara.

Jangan jadikan perebedaan menguasai rasa kebencianmu. Kita semua sama dihadapan-Nya.
Islam?
Katolik?
Protestan?
Budha?
Hindu?
Atau yang lainnya...
Tak ada yang memandang sebelah mata atas agam kita. hanya mereka-mereka (manusia tak bermoral) yang menganggap mereka benar sendiri tanpa memandang faktor lain yang dapat membuat semuanya benar . ya! Kebersamaan atas persatuan!

Apa lagi yang kalian pandang?
Harta?
Benda?
Tua?
Muda?
Kaya?
Miskin?
Kota?
Kampung?

BHINEKA TUNGGAL IKA!

Apalagi sobat?
Ayolah, jangan memandang sebelah mata untuk itu semua.
Pandanglah kita semua dengan hatimu. Agar kamu bisa merasakan rangkulan hangat dari setiap kebersamaan yang dpat kita ciptakan.

Masih banyak yang merasa tersingkir atas sikap-sifatmu yang terlalu naif untuk membedakan setiap orang.
Masih banyak diluar sana yang butuh uluran tanganmu untuk dapat kamu cintai.
Sayang, bangsa Indonesiaku, jangan pernah membuat seorang insan saja bersedih karena kita tak dapat menyatukannya dengan yang lain.

Indonesiaku sayang, masa depan sudah mengaum keras untuk menyaksikan perubaha setiap insan pertiwi yang mencintai setiap makhluk dan merubah alur cerita keji menjadi indah .

Banyak keindahan yang dibuat atas dasar perbedaan, sobat.
Lihat, Pelangi menjadi indah karena wananya yang ber-b.e.d.a bukan?
Lihatlah pensil warna, dia akan mewarnai setiap gambar kita dengan warna yang ber-b.e.d.a bukan? bayangkan jika hanya warna hitam saja?!
Andai kita bisa hidup rukun seperti pelangi, pasti akan indah bukan hanya untuk kita tapi untuk setiap manusia yang menyaksikannya.
Menyatu karena perbedaan. That Awesome!
Ini bukan untuk aku, ini untuk kita semua.
Yakinlah :)

Terimakasi Tuhan, Engkau menciptakan kami berbeda. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kepribadian Ganda (?)

Agak serem yah denger judulnya -KEPRIBADIAN GANDA- yang jelas gua bukan waria, atau ladyboys atau tom queen (googling penyimpangan seks orang thailand) Akhir-akhir ini, gue sering dapet protes dari teman-teman gua "Lo anti sosial gini sih ti", padahal gak ada maksud. memang, gua bukan tipe orang yang supel dan lebih banyak mengahbiskan waktu sendiri. Inilah alasan gua jarang banget dapet temen hehe. Sekalipun punya temen, ya pasti akrab banget dan gak mau punya temen lain , atau gua malah sebel kalo temen gua punya temen lain yang lebih bisa bikin nyaman daripada gua. Salah? Iya emang salah, gua harusnya ngga boleh begitu, karena Teman itu imilik bersama. Gua ngerasa malah makin jauh dari sosial orang-orang terhitung semenjak gua menginjak tingkat akhir, semester 6. Iya, gua kuliah di D-III, bukan S-1. When you walk alone, you get what u feelin and you just relax.  Bisa ngobrol sama diri sendiri, lebih banyak menghayal (bukan yang jorok), dan pasti bahagia baca Webt...

Kotu Ala Kita III

Semua berubah sejak kita ketinggalan kereta pulang hiyaaaattt 15.35 kita menuju stasiun Kota. liat jadwal . ada kereta ke walantaka yang datangnya jam 15.55 tapi dari stasiun angke. 20 Menit meen ? gimana caranya nyampe Stasiun Muara  Angke sebelum kereta berangkat. Pusing, Mual, Emosi arh numpuk diubun-ubun Rangga pemimpin perjalanan, cuma dia harapan kami satu-satunya. Sudah banyak asam-garam yang dihabiskan dengan membolang ke kota orang. Rangga, bantu kami! Dengan sigap Ia menghampiri Abang Bajaj yang lagi ngelamun mikirin anak-bininya *oke ini asumsi gue aja*. Ngga enaknya kita ngebuyarin kamunannya. Dialog yang gue inget antara Rangga dan Abang Bajaj yang sayang anak dan istri. "Bang ke angke berapa?" " Ngejar kereta ya?" "Iya bang, berape?" "Kalau untuk yang buru-buru satu orang 10rebu aje cah" "Wih bang mahal gila. jangan gitulah goceng bang yak" "Yaa jgn gitu juga lah. udah deal 7500!" *tujuh rebu maratus?...

Ada Bintang Lain

Layaknya dedaunan yang rapuh berjatuhan ditanah, aku tak bisa lagi melihatnya hijau, aku tak bisa lagi memandangnya yang sedang bertengger diatas dahan dengan ringannya. Seperti rasa yang tak pernah bisa tercerna, seperti sebuah hasrat yang enggan menumpahkan kemarahannya. Aku bagaikan bintang tanpa cahaya, bintang lain mencuri itu dariku. Demi seonggok benda langit lain yang lebih indah, akhirnya sahabat setahun lalu pergi begitu saja meninggalkanku yang berbalut tanpa kegemilangan. Bisa bayangkan sendiri pedihnya memiliki rasa yang tak dianggap, Yaa akulah dia. Dia yang dicampakkan, Dia yang selalu mengorbankan apapun demi oranglain, Dia yang selalu tak bisa memahamimu seperti bintang lain itu. Dia yang takpernah bisa dan takkan pernah bisa mendapatkan apa yang bisa dia dapatkan. Aku hanya memikirkan diriku sendiri, tidak sepertimu yang memikirkan kebahagiaan bintang lain itu. Aku tak cukup mengerti dengan saling berbagi dan memberi kasih, karna kau tidak pernah memper...